Rumah Dinas Walikota Surakarta (Loji Gandrung)

Awalnya, bangunan ini adalah rumah pribadi milik Yohanes Agustinus Dezentye (1797-1839), dan berdiri sejak jaman Paku Buwono IV. Yohanes Agustinus Dezentye adalah seorang pengusaha pertanian asal Belanda yang memiliki tanah pertanian sangat luas, bahkan tersebar hingga di luar daerah Solo. Dia mengawini RA. Cokrokusumo, yang masih kerabat PB IV. Secara astronomis bangunan ini terletak di 7034’00” LS dan 110048’34” BT, dan beralamat di Jalan Slamet Riyadi Solo.

loji gandrung

Catatan Sejarah

Saat ada perayaan-perayaan khusus, maupun pada saat akhir pekan, Yohanes Agustinus Dezentye sering mengadakan pesta-pesta ala Eropa di rumahnya. Bukan hanya orang Belanda saja yang diundang untuk berpesta, tapi juga para kerabat Keraton. Pada acara pesta ini, para tamu biasa berdansa secara berpasangan, dengan diiringi alunan musik. Karena dipakai untuk pesta dansa-dansa itu, orang Jawa mengatakan bahwa itu gandrungan. Seperti orang berpasang-pasangan yang sedang gandrung. Maka kediaman itu dikatakan sebagai Loji Gandrung.

Itulah awal mula bangunan ini disebut Loji Gandrung. Kata ‘loji’ sendiri artinya rumah besar, bagus, dan sudah bertembok. Selama bertahun-tahun Loji Gandrung diwariskan secara turun-temurun kepada keturunan-keturunan Yohanes Agustinus Dezentye. Sampai pada akhirnya Belanda mundur dari Indonesia, kemudian bangunan ini dikuasai oleh Jepang.

Lalu saat Jepang sudah angkat kaki, Loji Gandrung digunakan sebagai Markas Militer Brigade V Slamet Riyadi. Pada waktu itu jabatan Gubernur Militer dipegang oleh Gatot Subroto. Maka tak heran, sampai saat ini patung Gatot Subroto masih bisa dilihat di halaman depan Loji Gandrung.

Tak lama setelah itu, Loji Gandrung beralih fungsi menjadi Rumah Dinas Walikota, hingga sekarang. Bentuk bangunan Loji Gandrung menganut gaya Eropa, tapi telah diselaraskan dengan kondisi tropis di Indonesia. Jadi, pintu-pintunya dibuat tinggi supaya sirkulasi udara lebih lancar.

Sampai saat ini bentuk bangunan utama Loji Gandrung tidak berubah sama sekali, hanya bagian belakangnya saja yang ditambahi joglo. Loji Gandrung juga termasuk dalam bangunan cagar budaya yang dilindungi.

Pada akhir 1965, penguasa Loji Gandrung adalah militer dan sejumlah organisasi massa, seperti Masyumi, HMI, GPTP (Gerakan Pelaksana Tjita-Tjita Proklamasi; organ yang dibentuk eks-anggota Tentara Pelajar; diantaranya Sigit) dan Mahasura (Mahasiswa Surakarta; diantaranya yang berlaku sebagai tukang pukul adalah Robert, dosen Akademi Ilmu Maritim). Diketahui pula peran seorang pengusaha batik asal Kelurahan Laweyan bernama Pramoedya sebagai salah seorang interrogator di kamp tersebut. Penguasa militer memberi keleluasaan kepada ormas-ormas tersebut untuk mem-bon (meminjam) para tapol dari tempat-tempat penahanan, diantaranya dari Balaikota, dan membawanya ke Loji Gandrung untuk diinterogasi dan disiksa. Unsur militer yang menguasai Loji Gandrung belum teridentifikasi. Namun setidaknya pada 14 Agustus 1967, pasukan CPM dari Pomdam Semarang (diantaranya, Letda Untung Suwardi dan Letda Dimyati), menggunakan tempat ini untuk menginterogasi dan menyiksa seorang tapol. Mereka juga melibatkan anggota GPTP (Sigit) dalam proses interogasi.

Sebagai rumah dinas Walikota Solo, tentu saja bangunan Loji Gandrung ini sangat terawat. Bangunan ini selalu dijaga oleh satuan Polisi Pamong Praja sheingga tidak sembarang orang dapat masuk ke lingkungan ini. Konstruksi dan bahan bangunan masih terlihat kokoh dan terawat. Sampai saat ini bentuk bangunan utama Loji Gandrung tidak berubah sama sekali, hanya bagian belakangnya saja yang ditambahi joglo. Loji Gandrung juga termasuk dalam bangunan cagar budaya yang dilindungi.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s