SERPIHAN-SERPIHAN KOLONIAL

Sejarah ditulis dan didokumentasikan dari atas geladak kapal. Demikianlah ungkapan yang menggambarkan periode penulisan sejarah Indonesia oleh penulis-penulis Belanda (Eropa pada umumnya). Sebagai bekas jajahan bangsa Belanda, Indonesia memiliki tradisi historiografi yang lebih variatif. Perkembangan historiografi dari model tardisional yang penuh nuansa mistik kemudian mengalami perubahan dengan model ilmiah setelah kedatangan penulis-penulis Barat.
Setelah Indonesia merdeka, muncul kesadaran bahwa ternyata tulisan karya orang-orang Eropa ini memiliki tendensi atau setidaknya perspektif bangsa penjajah. Subyek dan obyek penulisan memiliki makna lain bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu intelektual dan sejarawan Indonesia menganggap sebagai periode Nerlandosentris. Maka perlu disusun karya-karya yang lahir dari orang-orang pribumi sehingga bisa menempatkan subyek dan obyek sejarah berdasarkan jiwa masyarakat.
Ini memberikan implikasi pembalikan 1800 terkait peran-peran yang dimainkan oleh orang-orang Indonesia. Jika sebelumnya tokoh sentral selalu merujuk pada orang-orang Eropa dimana orang-orang pribumi sekedar pelengkap dan hanya menjadi kelompok pinggiran, kemudian pelaku utama berubah menjadi milik pribumi. Memang pada masa-masa awal sangat kelihatan sekali adanya penindas dan yang ditindas, ini sebagai konsekunsi logis terhadap negara bekas jajahan.
Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa Belanda sebagai bangsa yang telah hadir di tanah Nusantara ini turut menyumbangkan warisannya. Periode kolonial di Indonesia menjadi sejarah penting bagaimana pola, sistem, pranata maupun materialnya menjadi pijakan keberlangsungan Indonesia sekarang. Periode ini selalu menarik untuk dikaji dengan segala keragaman maupun keanehan yang dilihat dari kacamata sekarang.
Setiap orang akan melihat bagaimana proses awal peristiwa maupun kodnsi sekarang ketika ditarik pada masa lalu yang sebagian besar bermuara pada periode kolonial. Maka tidak heran banyak sekali minat-minat yang muncul dari para sejarawan untuk meneliti pada periode ini. Meskipun periode yang diambil masa kolonial, tetapi bukan untuk melihat antara benar dan salah ataupun penjajah atau terjajah. Akan tetapi berangkat dari pertanyaan “bagaimana” itu terjadi.
Banyak hal sebenarnya yang bisa digali dan ditulis pada masa ini, akan tetapi setidaknya terbitan kali ini memberikan sedikit narasi tentang kodisi yang terjadi pada masa kolonial. Persinggungan budaya Barat dengan pribumi yang nantinya akan melahirkan budaya baru sebenarnya bisa dilihat dari bagaimana kontak yang terjadi antara kedua belah pihak terjadi. Kontak-kontak yang terjadi tidak hanya melahirkan budaya baru, akan tetapi juga sistem, model serta pranata baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s